Sabtu, 11 Februari 2017

E-LEARNING



MAKALAH E-LEARNING


PENERAPAN APLIKASI E-LEARNING
Diajukan sebagai tugas mata kuliah
E-learning dalam keperawatan


Disusun Oleh :
                     1.EKA PUTRI AYU (16140198)


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
JURUSAN D4 BIDAN PENDIDIK
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2016



KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENERAPAN APLIKASI E-LEARNING DALAM ILMU KEPERAWATAN” tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas mata kuliah “E-learning dalam keperawatan”. Makalah ini merupakan inovasi pembelajaran untuk memahami mata kuliah tersebut secara mendalam, semoga makalah ini dapat berguna untuk mahasiswa pada umumnya.
Dalam penulisan makalah ini, penulis  mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu dosen serta teman-teman mahasiswa yang telah memberikan bimbingan serta partisipasinya atas terselesaikannya Makalah ini.
Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan makalah ini, dan kami mengarapkan saran serta kritik yang bersifat membangun dari semua pihak untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Terimakasih.

Yogyakarta, 11 September 2016


Penulis
EKA PUTRI AYU
         





DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................... 
KATA PENGANTAR................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................ 
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................      
a.                  LATAR BELAKANG...........................................................
b.                  TUJUAN PENULISAN.........................................................
BAB II        : TINJUAN TEORI .................................................................
BAB III       : TINJAUAN KASUS
BAB IV      : PEMBAHASAN DAN IMPLIKASI DALAM ILMU
  KEPERAWATAN..................................................................
BAB V: PENUTUP.................................................................................  
a. KESIMPULAN.............................................................................  
b. SARAN.......................................................................................  
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................











BAB I
PENDAHULUAN
a.   LATAR BELAKANG
Dunia Pendidikan telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi. Akibatnya, metode pendidikan lama atau konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Dan Teknologi Informasi menawarkan metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning.
E-learning (Inggris: Electronic learningdisingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensilogis dariperkembangan teknologiinformasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.
b.   TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/mendeskripsikan:
1.   Pengertian/definisi e-learning.
2.   Manfaat e-learning dalam pembelajaran.
3.   Kelebihan dan kekurangan e-learning.
4.   Impikasi pendidikan e-learning dalam keperawatan.


BAB II
TINJAUAN TEORI
a.   Pengertian E-Learning



E-learning singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
·                     Jaya Kumar C. Koran (2002)
e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
·                     Dong (dalam Kamarga, 2002)
e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
·                     Rosenberg (2001)
menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

b.   Karakteristik e-learning

Karakteristik e-learning ini antara lain adalah:
1.   Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Sehingga dapat memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan mudah dan cepat, baik antara pengajar dengan pembelajar, atau pembelajar dengan pembelajar.
2.   Memanfaatkan media komputer, seperti jaingan komputer (computer networks) atau (digital media).
3.   Menggunakan materi pembelajaran untuk dipelajari secara mandiri (self learning materials).
4.   Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
5.   Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga untuk mengetahui hasil kemajuan belajar, atau administrasi pendidikan serta untuk memperoleh informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.



Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, di antaranya adalah:
1.   Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
2.   Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement).
3.   Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
4.   Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

d.   Keuntungan menggunakan e-Learning

Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.   Menghemat waktu proses belajar mengajar.
2.   Mengurangi biaya perjalanan.
3.   Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
4.   Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
5.   Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

e.   Kelebihan dan kekurangan E-Learning

·        Kelebihan dari e-Learning, yaitu meliputi :

1.   Pembelajar dapat belajar kapan saja dan dimana saja mereka punya akses internet.
2.   Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
3.   Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuan dan interesnya.
4.   Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
5.   Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
6.   Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
7.   Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.

·        Kekurangan dari e-Learning, antara lain :

1.   Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
2.   Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
3.   Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
4.   Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
5.   Beberapa subjek/matakuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk eLearning.
6.   Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi eLearning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
7.   Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal dari temannya sekelas.







BAB III
TINJAUAN KASUS
“Pembelajaran mengenai pengaplikasian e-learning”
Kini telah disadari bahwa teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan membawa manfaat yang sangat memudahkan. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi lingkup pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil saat ini, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan.
Ulasan artikel ini akan membahas secara khusus mengenai konsep inovasi pembelajaran melalui pengaplikasian E-learning. Yang mana saat ini konsep e-learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-learning khususnya di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas).
Kecenderungan untuk mengembangkan e-learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Infrastruktur di bidang telekomunikasi yang menunjang penyelenggaraan e-learning tidak lagi hanya menjadi monopoli kota-kota besar, tetapi secara bertahap sudah mulai dapat dinikmati oleh mereka yang berada di kota-kota di tingkat kabupaten. Artinya, masyarakat yang berada di kabupaten telah dapat menggunakan fasilitas internet.
E-learning sendiri pada saat ini merupakan salah satu sarana model pembelajaran yang berbasis teknologi. Model E-learning tersebut adalah bentuk inovasi dalam pembelajaran, yang dapat memudahkan bagi pengguna. Dalam institusi pendidikan, tentunya sangat bermanfaat bagi pihak guru, administrator sekolah dan tentunya para pelajar sebagai peserta didik.
Pembelajaran dengan pengaplikasian model E-learning diharapkan mampu menunjang kualitas dari mutu pembelajaran di sekolah-sekolah. Sebab fenomena yang masih terlihat di beberapa sekolah di tanah air  cenderung masih menggunakan metode konvensional yang bersifat manual. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yakni pertama minimnya penguasaan guru-guru di Sekolah terhadap media E-learning tersebut, kedua kerena adanya beberapa sekolah di tanah air kita yang belum memliliki alat tersebut dengan berbagai alasan, tidak tersedianya dana, tidak tersedianya tenaga ahli yang mampu mengoperasikan media tersebut dan lain-lain. Hal tersebut tentunya mengakibatkan pada kegiatan pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan sumber belajar yang itu- itu saja, yaitu guru dan buku. Sebagai akibat dari kondisi ini siswa akan belajar dengan situasi yang monoton dari hari ke hari.
Adapun salah satu ciri dari pelaksanaan pembelajaran yang mutunya berkualitas adalah dimanfaatkannya media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Pada zaman yang serba canggih saat ini, dimana teknologi mulai berkembang sedemikian pesatnya, perangkat komputer kini bukan merupakan barang yang langka dan mewah lagi. Melalui media komputer sebagai pengolah informasi sudah selayaknyalah apabila di tiap-tiap sekolah minimal memiliki satu unit komputer. Baik komputer sebagai sarana pengolah administrasi sekolah, dan akan lebih baik lagi apabila komputer dapat berfungsi sebagai media pembelajaran bagi siswa.
Dalam kelas tradisional, guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran E-learning fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran E-learningakan memaksa pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.
Pengenalan TIK di sekolah telah membawa suatu sikap yang lebih positif terhadap sekolah pada diri siswa khususnya pada model pembelajaran E-learning ini. Karena TIK dan belajar berbasis e-learning menawarkan keaneka ragaman yang lebih besar dari tujuan, proyek, aktivitas, dan latihan dalam pembelajaran dibanding kelas tradisional, minat dan motivasi siswapun meningkat secara nyata. Para guru dan siswa terangsang karena pengajaran menjadi lebih dinamis yang memperluas visi mereka seperti halnya akses ke bahan belajar dan perangkat lunak bidang pendidikan yang bermutu tinggi. Lebih dari itu, para guru kelihatannya termotivasi untuk mengajar dengan lebih kreatif.
Pendidikan dan pelatihan guru saat ini telah meliputi pembelajaran kolaboratif. TIK membuka suatu dunia yang utuh dari belajar sepanjang hayat melalui pendidikan jarakjauh, pembelajaran menggunakan aplikasi e-learning, dan pelatihan atas permintaan. TIK cukup fleksibel untuk memperkenalkan kursus baru sebagai jawaban langsung atas permintaan yang semakin meningkat. TIK membantu memecahkan masalah proses pembelajaran yang banyak diderita para guru. Dengan TIK, mereka dapat dengan mudah berhubungan dengan para profesional lain, rekan kerja, penasihat, dan dengan sumber belajar. Para guru kini menerbitkan bahan belajar yang mereka kembangkan di Internet dan berbagi pengalaman mengajar mereka dengan guru lainnya.
Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi terkhusus pada aplikasi e-learning, apabila dapat dimanfaatkan dengan tepat, maka akan menjadi sumber belajar yang sangat lengkap.
Keberhasilan e-learning ditunjang oleh adanya interaksi maksimal antara pengajar dan peserta didik, antara peserta didik atau siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara siswa dengan siswa lainnya, dan adanya pola pembelajaran aktif dalam interaksi tersebut.










BAB IV
PEMBAHASAN DAN IMPLIKASI DALAM ILMU KEPERAWATAN
a.   PEMBAHASAN

E-learning singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement). Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience). Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

Media pembelajaran e-learning dapat dilakukan dengan cara Memanfaatkan media komputer, seperti jaingan komputer (computer networks) atau (digital media). Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.




b.   IMPLIKASI PENDIDIKAN E-LEARNING DALAM ILMU KEPERAWATAN

         Peraturan Pemerintah no. 32, 1996 dalam DinKes DKI th 2005, menyatakan bahwa tenaga kesehatan adalah  setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu  memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Dalam kategorinya tenaga kesehatan dibagi menjadi tenaga medis, perawat, paramedis, dan non medis.
          Perawat merupakan salah satu pemberi pelayanan kesehatan yang mempunyai kontribusi dalam meningkatkan status kesehatan bangsa. Perawat mempunyai  peran di antaranya sebagai pemberi pelayanan (care provider), pendidik, konselor, advocate, kolabolator dan change agent (Helvie, 1998). Dalam melaksanakan peran ini perawat harus selalu meningkatkan pengetahuannya.
                   E-learning bagi keperawatan sendiri tidak harus bersifat proses pembelajaran formal untuk mengambil gelar, namun e-learning bagi keperawatan harus diartikan lebih luas. Selain pada pendidikan formal, media  on line learning juga dimanfaatkan untuk melaksanakan courses online, dan konsultasi on line (Indrajit,E 2004). Trend pelatihan dan kursus yang memanfaatkan media distance learning berbasis web dapat digunakan dalam tenaga keperawatan, sehingga tenaga keperawatan yang tersebar di berbagai tempat berkesempatan untuk memperoleh perkembangan ilmu secara cepat tanpa harus membuang biaya menuju ke pusat pelatihan.
                    Secara singkat kita dapat mengatakan bahwa E-learning adalah pembelajaran yang intensif memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kenapa disebut intensif? Sebab banyak kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi (elektronik), namun kegiatan belajar tersebut tidak dapat disebut Elearning. Selain dimensi teknologi ada dimensi pedagogi (pembelajaran) yang dikaitkan dengan E-learning, bahkan dengan perkembangan terakhir pemanfaatan teknologi internet (komunikasi) menjadi prasyarat agar suatu pembelajaran dapat disebut sebgai elearning. E-learning dibangun atau dikembangkan sebagai usaha peningkatan kualitas pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung selama ini hanya bertumpu atau didominasi aktivitas tatap-muka (face-to-face), sehingga banyak yang mengatakan hal tersebut sebagai teaching (pengajaran). Teknologi informasi - khususnya internet - memungkinkan merubah paradigma tersebut menjadi E-learning. Selain, teknologi informasi juga dapat membuat pembelajaran jauh lebih menarik, karena ia dapat mengintegrasikan tulisan, gambar, felm dan suara menjadi format multimedia dalam menjelaskan bahan-bahan.




BAB V
PENUTUP
a.   KESIMPULAN
          E-learning merupakan suatu metode pembelajaran yang bersifat active learner, di mana setiap peserta didik harus secara mandiri dan aktif meningkatkan pengetahuan. E-learning yang berbasis teknologi disarankan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan bagi tenaga perawat, tidak hanya untuk pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pelatihan, pusat konsultasi, pusat riset, dan pusat sharing komunikasi antar perawat. Strategi manajemen pengelolaan yang baik serta persiapan infrastruktur yang matang perlu disiapkan dalam menyelenggarakan E-learning. Selain itu kemandirian dan keaktifan peserta didik sangat diperlukan dalam keberhasilan proses E-learning. Suasana pembelajaran dengan metode e-learning akan memaksa pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya.
b.   SARAN

Hendaknya bagi pengelola dan orang-orang yang terjun dalam dunia pendidikan menggunakanpemanfaatan teknologi informasi, komunikasi dalam bentuk pembelajaran elektronik (e-learning) sebagai salah satu cara yang efektif dalam menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran yang masih bersifat konvensional.

Sehingga diharapkan ada peningkatan mutu, keterampilan berpikir, berinteraksi serta keterampilan-keterampilan ideal lainnya dari para peserta didik.







DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI (2006). Strategi menuju Indonesi Sehat 2010, dalam www.depkes.go.id diakses 8 Maret 2006
Wibowo, H (2006) Problem pendidikan di Indonesia dalam www.apindonesia.com Diakses 7 Maret 2006
 Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS: Staf Akademik Kelompok Keilmuan Dasar Keperawatan dan Keperawatan Dasar FIK-UI
Jurnal Teknodik No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007, Agustus 2007 arlisnayanti.blogspot.com
Dewi Salma P. & Eveline S, 2008. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Lukman, dkk, edisi VIII, 2014, buku panduan pelatihan aplikasi teknologi informasi, Malang,:Umm Press.
Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, (Bandung : Alfabeta, 2012).
http//:www.m-edukasi.web.id/2013/01/teknologi-pendukung-e-learning.html
Bell, Jane. E-Learning: Your Flexible Development Friend, 2007. http://emeraldinsight.com

Li, Baomin. The Use Of E-Learning In Pre-Service Teacher Education, 2009. http://emeraldinsight.com
Sallis, Edward. Total Quality Management In Education. Ircisod : 2010
Teo, Timothy. Modelling The Determinants Of Pre-Service Teachers Perceived Usefulness Of E-Learning, 2010.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar