MAKALAH E-LEARNING
PENERAPAN APLIKASI E-LEARNING
Diajukan sebagai tugas mata kuliah
E-learning dalam keperawatan
Disusun Oleh
:
1.EKA PUTRI AYU (16140198)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
JURUSAN D4 BIDAN PENDIDIK
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena atas rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “PENERAPAN APLIKASI E-LEARNING DALAM ILMU KEPERAWATAN” tepat pada
waktunya. Makalah ini merupakan tugas mata kuliah “E-learning dalam keperawatan”.
Makalah ini merupakan inovasi pembelajaran untuk memahami mata kuliah tersebut
secara mendalam, semoga makalah ini dapat berguna untuk mahasiswa pada umumnya.
Dalam
penulisan makalah ini, penulis mengucapkan
terima kasih kepada Bapak/Ibu dosen serta teman-teman mahasiswa yang telah
memberikan bimbingan serta partisipasinya atas terselesaikannya Makalah ini.
Kami telah
berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan makalah ini, dan kami
mengarapkan saran serta kritik yang bersifat membangun dari semua pihak untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya. Terimakasih.
Yogyakarta, 11 September 2016
Penulis
EKA PUTRI AYU
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL...............................................................................
KATA PENGANTAR................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................
a.
LATAR BELAKANG...........................................................
b.
TUJUAN PENULISAN.........................................................
BAB II :
TINJUAN TEORI .................................................................
BAB III :
TINJAUAN KASUS
BAB IV :
PEMBAHASAN DAN IMPLIKASI DALAM ILMU
KEPERAWATAN..................................................................
BAB V: PENUTUP.................................................................................
a. KESIMPULAN.............................................................................
b.
SARAN.......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
a.
LATAR BELAKANG
Dunia Pendidikan telah mengalami kemajuan pesat seiring
dengan kemajuan Teknologi Informasi. Akibatnya, metode pendidikan lama atau
konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang
dan waktu. Dan Teknologi Informasi menawarkan metode pendidikan baru yang
dinamakan metode E-Learning.
E-learning (Inggris: Electronic learningdisingkat E-learning) adalah cara baru
dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensilogis dariperkembangan teknologiinformasi dan komunikasi. Dengan
e-learning, peserta ajar (learner atau
murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk
menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara
langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran,
dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program
studi atau program pendidikan.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode
pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan
e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan
materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi
antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.
b.
TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/mendeskripsikan:
1. Pengertian/definisi e-learning.
2. Manfaat
e-learning dalam pembelajaran.
3. Kelebihan
dan kekurangan e-learning.
4. Impikasi
pendidikan e-learning dalam keperawatan.
BAB II
TINJAUAN TEORI
|
a. Pengertian
E-Learning
|
E-learning
singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam
proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet
sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi
logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli
mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing,
diantaranya :
·
Jaya Kumar C. Koran (2002)
e-learning
sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian
elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran,
interaksi, atau bimbingan.
·
Dong (dalam Kamarga, 2002)
e-learning
sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
·
Rosenberg (2001)
menekankan
bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan
serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
E-learning
bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana,
misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi,
organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program,
pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa
memungut biaya).
b. Karakteristik e-learning
Karakteristik e-learning ini antara lain
adalah:
1.
Memanfaatkan
jasa teknologi elektronik. Sehingga dapat memperoleh informasi dan melakukan
komunikasi dengan mudah dan cepat, baik antara pengajar dengan pembelajar, atau
pembelajar dengan pembelajar.
2.
Memanfaatkan
media komputer, seperti jaingan komputer (computer networks) atau (digital
media).
3.
Menggunakan
materi pembelajaran untuk dipelajari secara mandiri (self learning materials).
4.
Materi
pembelajaran dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan
siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
5.
Memanfaatkan
komputer untuk proses pembelajaran dan juga untuk mengetahui hasil kemajuan
belajar, atau administrasi pendidikan serta untuk memperoleh informasi yang
banyak dari berbagai sumber informasi.
Ada
beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, di antaranya adalah:
1.
Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
2.
Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta
didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement).
3.
Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
(global audience).
4.
Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi
pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
d. Keuntungan
menggunakan e-Learning
Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Menghemat waktu proses belajar mengajar.
2.
Mengurangi biaya perjalanan.
3.
Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan
(infrastruktur, peralatan, buku-buku).
4.
Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
5.
Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan
ilmu pengetahuan.
e. Kelebihan
dan kekurangan E-Learning
·
Kelebihan dari e-Learning,
yaitu meliputi :
1.
Pembelajar dapat belajar kapan saja dan dimana saja
mereka punya akses internet.
2.
Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
3.
Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai
dengan level pengetahuan dan interesnya.
4.
Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi
setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui
ruang chatting.
5.
Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang
berbeda melalui beragam aktivitas.
6.
Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung
aktivitas lain pembelajar.
7.
Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan
online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar
serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
·
Kekurangan dari e-Learning,
antara lain :
1.
Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar
yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
2.
Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah
dalam interaksi sosial.
3.
Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu
pada saat dibutuhkan.
4.
Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat
menimbulkan rasa frustasi.
5.
Beberapa subjek/matakuliah bisa saja sulit
direalisasikan dalam bentuk eLearning.
6.
Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari
software/aplikasi eLearning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
7.
Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan
rutin software akan tertinggal dari temannya sekelas.
BAB III
TINJAUAN KASUS
“Pembelajaran mengenai
pengaplikasian e-learning”
Kini telah disadari bahwa teknologi informasi dan
komunikasi untuk pendidikan membawa manfaat yang sangat memudahkan. Pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi bagi lingkup pendidikan dapat dilaksanakan
dalam berbagai bentuk sesuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi
teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi.
Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam
masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk
keperluan pendidikan. Pada kondisi riil saat ini, teknologi informasi dan
komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu
pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi,
alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan.
Ulasan artikel ini akan membahas secara khusus
mengenai konsep inovasi pembelajaran melalui pengaplikasian E-learning. Yang
mana saat ini konsep e-learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia,
terbukti dengan maraknya implementasi e-learning khususnya di lembaga
pendidikan (sekolah, training dan universitas).
Kecenderungan untuk mengembangkan e-learning sebagai
salah satu alternatif pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan
semakin meningkat sejalan dengan perkembangan di bidang teknologi komunikasi
dan informasi. Infrastruktur di bidang telekomunikasi yang menunjang
penyelenggaraan e-learning tidak lagi hanya menjadi monopoli kota-kota besar,
tetapi secara bertahap sudah mulai dapat dinikmati oleh mereka yang berada di
kota-kota di tingkat kabupaten. Artinya, masyarakat yang berada di kabupaten
telah dapat menggunakan fasilitas internet.
E-learning sendiri pada saat ini merupakan salah satu
sarana model pembelajaran yang berbasis teknologi. Model E-learning tersebut
adalah bentuk inovasi dalam pembelajaran, yang dapat memudahkan bagi pengguna.
Dalam institusi pendidikan, tentunya sangat bermanfaat bagi pihak guru,
administrator sekolah dan tentunya para pelajar sebagai peserta didik.
Pembelajaran dengan pengaplikasian model E-learning
diharapkan mampu menunjang kualitas dari mutu pembelajaran di sekolah-sekolah.
Sebab fenomena yang masih terlihat di beberapa sekolah di tanah air
cenderung masih menggunakan metode konvensional yang bersifat manual. Hal ini
disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yakni pertama minimnya penguasaan
guru-guru di Sekolah terhadap media E-learning tersebut, kedua kerena adanya
beberapa sekolah di tanah air kita yang belum memliliki alat tersebut dengan
berbagai alasan, tidak tersedianya dana, tidak tersedianya tenaga ahli yang
mampu mengoperasikan media tersebut dan lain-lain. Hal tersebut tentunya
mengakibatkan pada kegiatan pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan sumber
belajar yang itu- itu saja, yaitu guru dan buku. Sebagai akibat dari kondisi
ini siswa akan belajar dengan situasi yang monoton dari hari ke hari.
Adapun salah satu ciri dari pelaksanaan pembelajaran
yang mutunya berkualitas adalah dimanfaatkannya media pembelajaran dalam proses
pembelajaran. Pada zaman yang serba canggih saat ini, dimana teknologi mulai
berkembang sedemikian pesatnya, perangkat komputer kini bukan merupakan barang
yang langka dan mewah lagi. Melalui media komputer sebagai pengolah informasi
sudah selayaknyalah apabila di tiap-tiap sekolah minimal memiliki satu unit
komputer. Baik komputer sebagai sarana pengolah administrasi sekolah, dan akan
lebih baik lagi apabila komputer dapat berfungsi sebagai media pembelajaran
bagi siswa.
Dalam kelas tradisional, guru dianggap sebagai orang
yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya.
Sedangkan di dalam pembelajaran E-learning fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu
tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran
E-learningakan memaksa pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya.
Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif
sendiri.
Pengenalan TIK di sekolah telah membawa suatu sikap
yang lebih positif terhadap sekolah pada diri siswa khususnya pada model
pembelajaran E-learning ini. Karena TIK dan belajar berbasis e-learning
menawarkan keaneka ragaman yang lebih besar dari tujuan, proyek, aktivitas, dan
latihan dalam pembelajaran dibanding kelas tradisional, minat dan motivasi
siswapun meningkat secara nyata. Para guru dan siswa terangsang karena
pengajaran menjadi lebih dinamis yang memperluas visi mereka seperti halnya
akses ke bahan belajar dan perangkat lunak bidang pendidikan yang bermutu
tinggi. Lebih dari itu, para guru kelihatannya termotivasi untuk mengajar
dengan lebih kreatif.
Pendidikan dan pelatihan guru saat ini telah meliputi
pembelajaran kolaboratif. TIK membuka suatu dunia yang utuh dari belajar
sepanjang hayat melalui pendidikan jarakjauh, pembelajaran menggunakan aplikasi
e-learning, dan pelatihan atas permintaan. TIK cukup fleksibel untuk
memperkenalkan kursus baru sebagai jawaban langsung atas permintaan yang
semakin meningkat. TIK membantu memecahkan masalah proses pembelajaran yang
banyak diderita para guru. Dengan TIK, mereka dapat dengan mudah berhubungan
dengan para profesional lain, rekan kerja, penasihat, dan dengan sumber
belajar. Para guru kini menerbitkan bahan belajar yang mereka kembangkan di
Internet dan berbagi pengalaman mengajar mereka dengan guru lainnya.
Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi
terkhusus pada aplikasi e-learning, apabila dapat dimanfaatkan dengan tepat,
maka akan menjadi sumber belajar yang sangat lengkap.
Keberhasilan e-learning ditunjang oleh adanya
interaksi maksimal antara pengajar dan peserta didik, antara peserta didik atau
siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara siswa dengan siswa lainnya,
dan adanya pola pembelajaran aktif dalam interaksi tersebut.
BAB IV
PEMBAHASAN DAN
IMPLIKASI DALAM ILMU KEPERAWATAN
a.
PEMBAHASAN
E-learning
singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam
proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet
sebagai sistem pembelajarannya.
E-learning
bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana,
misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi,
organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program,
pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa
memungut biaya).
Pembelajaran
dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Bertambahnya Interaksi
pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity
enhancement). Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global
audience). Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy
updating of content as well as archivable capabilities).
Media
pembelajaran e-learning dapat dilakukan dengan cara Memanfaatkan media
komputer, seperti jaingan komputer (computer networks) atau (digital media). Materi pembelajaran
dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan
saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
b.
IMPLIKASI PENDIDIKAN E-LEARNING DALAM
ILMU KEPERAWATAN
Peraturan
Pemerintah no. 32, 1996 dalam DinKes DKI th 2005, menyatakan bahwa tenaga
kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau
keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis
tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan. Dalam kategorinya tenaga kesehatan dibagi menjadi
tenaga medis, perawat, paramedis, dan non medis.
Perawat
merupakan salah satu pemberi pelayanan kesehatan yang mempunyai kontribusi
dalam meningkatkan status kesehatan bangsa. Perawat mempunyai peran di antaranya sebagai pemberi pelayanan
(care provider), pendidik, konselor, advocate, kolabolator dan change agent
(Helvie, 1998). Dalam melaksanakan peran ini perawat harus selalu meningkatkan
pengetahuannya.
E-learning
bagi keperawatan sendiri tidak harus bersifat proses pembelajaran formal untuk
mengambil gelar, namun e-learning bagi keperawatan harus diartikan lebih luas.
Selain pada pendidikan formal, media on
line learning juga dimanfaatkan untuk melaksanakan courses online, dan
konsultasi on line (Indrajit,E 2004). Trend pelatihan dan kursus yang
memanfaatkan media distance learning berbasis web dapat digunakan dalam tenaga
keperawatan, sehingga tenaga keperawatan yang tersebar di berbagai tempat
berkesempatan untuk memperoleh perkembangan ilmu secara cepat tanpa harus
membuang biaya menuju ke pusat pelatihan.
Secara singkat kita dapat mengatakan bahwa
E-learning adalah pembelajaran yang intensif memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK). Kenapa disebut intensif? Sebab banyak kegiatan belajar
mengajar yang memanfaatkan teknologi (elektronik), namun kegiatan belajar
tersebut tidak dapat disebut Elearning. Selain dimensi teknologi ada dimensi
pedagogi (pembelajaran) yang dikaitkan dengan E-learning, bahkan dengan
perkembangan terakhir pemanfaatan teknologi internet (komunikasi) menjadi
prasyarat agar suatu pembelajaran dapat disebut sebgai elearning. E-learning
dibangun atau dikembangkan sebagai usaha peningkatan kualitas pembelajaran.
Pembelajaran yang berlangsung selama ini hanya bertumpu atau didominasi
aktivitas tatap-muka (face-to-face), sehingga banyak yang mengatakan hal
tersebut sebagai teaching (pengajaran). Teknologi informasi - khususnya
internet - memungkinkan merubah paradigma tersebut menjadi E-learning. Selain,
teknologi informasi juga dapat membuat pembelajaran jauh lebih menarik, karena
ia dapat mengintegrasikan tulisan, gambar, felm dan suara menjadi format
multimedia dalam menjelaskan bahan-bahan.
BAB V
PENUTUP
PENUTUP
a. KESIMPULAN
E-learning
merupakan suatu metode pembelajaran yang bersifat active learner, di mana
setiap peserta didik harus secara mandiri dan aktif meningkatkan pengetahuan.
E-learning yang berbasis teknologi disarankan sebagai salah satu upaya
peningkatan pengetahuan bagi tenaga perawat, tidak hanya untuk pendidikan
formal, tetapi juga sebagai pusat pelatihan, pusat konsultasi, pusat riset, dan
pusat sharing komunikasi antar perawat. Strategi manajemen pengelolaan yang
baik serta persiapan infrastruktur yang matang perlu disiapkan dalam
menyelenggarakan E-learning. Selain itu kemandirian dan keaktifan peserta didik
sangat diperlukan dalam keberhasilan proses E-learning. Suasana pembelajaran
dengan metode e-learning akan memaksa pelajar memainkan peranan yang lebih
aktif dalam pembelajarannya.
b. SARAN
Hendaknya bagi
pengelola dan orang-orang yang terjun dalam dunia pendidikan
menggunakanpemanfaatan teknologi informasi, komunikasi dalam bentuk
pembelajaran elektronik (e-learning) sebagai salah satu cara yang efektif dalam
menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran yang masih bersifat
konvensional.
Sehingga diharapkan
ada peningkatan mutu, keterampilan berpikir, berinteraksi serta
keterampilan-keterampilan ideal lainnya dari para peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Rr. Tutik Sri
Hariyati, S.Kp., MARS: Staf Akademik Kelompok Keilmuan Dasar Keperawatan dan
Keperawatan Dasar FIK-UI
Jurnal Teknodik No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007, Agustus 2007
arlisnayanti.blogspot.com
Dewi Salma P. & Eveline S, 2008. Mozaik Teknologi Pendidikan.
Jakarta: Prenada Media Group.
Lukman, dkk, edisi VIII, 2014, buku panduan pelatihan
aplikasi teknologi informasi, Malang,:Umm Press.
Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer,
(Bandung : Alfabeta, 2012).
http//:www.m-edukasi.web.id/2013/01/teknologi-pendukung-e-learning.html
Sallis, Edward. Total Quality Management In Education.
Ircisod : 2010
Teo, Timothy. Modelling
The Determinants Of Pre-Service Teachers Perceived Usefulness Of E-Learning,
2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar